10 Aktivitas Biologis yang Masih ‘Hidup’ Setelah Kematian

10-Aktivitas-Biologis-yang-Masih-Hidup-Setelah-Kematian-sirajaqq-rajaqq-yang-viral

Yang Viral – 10 Aktivitas Biologis yang Masih ‘Hidup’ Setelah Kematian – Ketika seseorang dinyatakan meninggal artinya semua organ tubuhnya tak lagi berfungsi atau mati. Namun dalam waktu beberapa jam, menit, hari, bahkan berminggu-minggu, beberapa fungsi tubuh masih ada yang bekerja.

Proses biologi dalam tubuh tetap ada yang berjalan meski tak sama seperti saat masih hidup.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 10 aktivitas biologis yang masih berlangsung setelah meninggal.

1. Pertumbuhan kuku dan rambut

Setelah meninggal tubuh tidak lagi memproduksi rambut dan jaringan kuku, namun keduanya tampak nyata setelah beberapa hari meninggal. Hal yang sebenarnya terjadi adalah kulit kehilangan kelembaban dan menyusut, sehingga menyebabkan rambut dan kuku tampak lebih panjang.

2. Aktivitas otak

Salah satu efek samping teknologi adalah mengaburkan waktu antara hidup dan mati. Ketika meninggal otak dapat hampir sepenuhnya mati, namun jantung masih dapat terus memompa darah. Saat jantung berhenti, tidak ada napas, dan kondisi sekarat, kebanyakan dokter mengatakan dia sudah meninggal. Padahal otak secara teknis masih hidup dalam beberapa menit berikutnya.

Sel-sel otak menghabiskan menit-menit terakhirnya untuk berebut oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan agar tetap hidup hingga pada akhirnya merusak diri sendiri sampai tidak dapat diperbaiki lagi bahkan ketika jantung dihidupkan lagi. Beberapa menit sebelum kerusakan luas terjadi, otak dapat diselamatkan dengan obat dan pada situasi yang tepat.

3. Pertumbuhan sel kulit

Hilangnya sirkulasi darah di otak dapat membunuh dalam hitungan menit, namun sel lainnya tidak sepenuhnya mati. Sel-sel kulit yang berada pada bagian terluar tubuh dapat mendapat semua yang diperlukan untuk bertahan hidup melalui osmosis dapat tetap hidup selama berhari-hari.


Baca juga: Pemerintah Irak Tak Rela Wilayahnya Jadi Arena Perang Iran dan Amerika


4. Kencing

Mekanisme kencing sama halnya dengan pengaturan pernapasan dan detak jantung. Salah satu alasan mengapa orang yang mabuk cenderung pipis tanpa disadari karena bagian otak yang mengatur otot katup kandung kemih terhambat. Setelah kematian otot-otot tersebut menjadi rileks dan menyebabkan orang buang air kecil.

5. Buang kotoran

Pada orang meninggal, pembuangan limbah dibantu oleh gas yang diproduksi di dalam tubuh. Hal ini dapat terjadi beberapa jam setelah kematian. Mengingat janin juga dapat buang kotoran di dalam rahim, maka buang kotoran mungkin adalah hal pertama dan terakhir yang dapat dilakukan dalam hidup.

6. Pencernaan

Tubuh manusia yang meninggal juga ikut meninggalkan bakteri-bakteri di dalam tubuhnya. Ada banyak bakteri yang bermanfaat seperti bakteri yang ada di dalam usus tidak akan ikut mati.

Bakteri ini merupakan parasit yang sangat membantu dalam proses pencernaan. Bakteri-bakteri ini tetap bekerja, bahkan ketika tubuh telah mati. Bakteri lainnya memakan lapisan usus dan menghasilkan gas yang berbau busuk.

7. Ereksi dan Ejakulasi

Tidak semua otot mengalami relaksasi setelah kematian. Beberapa jenis sel-sel otot diaktifkan oleh ion kalsium. Setelah aktivasi, sel-sel mengeluarkan energi yang mengusir ion kalsium keluar dari sel.

Membran sel menjadi lebih mudah ditembus kalsium dan sel-sel tidak mampu mengeluarkan banyak energi untuk mendorong ion kaslium keluar, sehingga otot akan menegang. Hal ini dapat menyebabkan ejakulasi.


Baca juga: Reynhard Sinaga Merupakan Pemerkosa Gay Terproduktif di Inggris


8. Gerakan otot

Seperti yang sudah dikatakan, otak tak sepenuhnya mati saat kematian. Daerah lain dari sistem saraf mungkin masih aktif. Beberapa tenaga kesehatan tentu pernah melihat tindakan refleks dari sinyal saraf ke sumsum tulang belakang bukan otak. Sinyal saraf ini menyebabkan otot berkedut dan kejang setelah kematian.

9. Vokalisasi

Setelah kematian tubuh akan mengalami pembusukan. Pembusukan terjadi ketika bakteri dalam tubuh bekerja dan gas meningkat. Karena tubuh masih mengandung bakteri, gas menumpuk di dalam tubuh.

Cara mengeluarkan gasnya adalah melalui saluran pernapasan. Semua otot akan menegang 3-12 jam, termasuk otot pita suara. Oleh karenanya saat penegangan otot dan pengeluaran gas menyebabkan mayat mengeluarkan suara.

10. Melahirkan

Saat seorang wanita hamil kemudian meninggal dunia, janin yang ada dalam tubuhnya mungkin saja keluar. Hal ini karena gas-gas yang menumpuk di dalam tubuh, dikombinasi dengan pelunakan daging, menyebabkan tubuh lebih mudah mengeluarkan janin. Untungnya, peristiwa ini jarang terjadi.

Sumber: Detik Health

Follow dan Like sosmed kita dong
error

Tinggalkan Balasan