Serangan Balik Facebook Atas Tuduhan Abu Janda

Serangan-Balik-Facebook-Atas-Tuduhan-Abu-Janda-yang-viral-sirajaqq

Yang Viral – Kebijakan Facebook menutup akun halaman yang dibuat oleh Permadi Arya alias Abu Janda merupakan peringatang bagi pengguna lain. Peringatan ini dimaksudkan agar pengguna lain lebih memperhatikan ‘Term and Condition’ atau ‘Syarat dan Ketentuan’ yang telah dibuat oleh Facebook.

Pakar media sosial, Ismail Fahmi memaparkan bahwa saat ini masyarakat masih belum memahami masalah ‘Term and Condition’ tersebut. Ia juga meyakini bahwa ditutupnya akun halaman milik Abu Janda itu dikarenakan oleh adanya sesuatu yang dilanggar dalam ‘Term and Condition’.

“Masyarakat kurang memahami yang namanya ‘Term and Condition’ atau ‘Syarat dan Ketentuan’ sebelum mereka membuat akun Facebook. Oleh karena itu, ketika akun atau konten yang terindikasi tidak sesuai dengan ‘Syarat dan Ketentuan’ tersebut, Facebook berhak untuk melakukan tindakan seperti menghapus akun atau konten,” ujar Fahmi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (11/2) malam.

“Soal akun halaman Abu Janda yang dihapus pihak Facebook, saya yakin ada isi di dalam ‘Term and Condition’ yang dilanggar oleh Abu Janda,” sambungnya.

Fahmi juga menjelaskan bahwa selain melanggar salah satu poin ‘Term and Condition’, terdapat sebuah pola komunikasi dan pengiriman aktivitas yang disebut Coordinated Authentic Activities.

Baca juga: Lewat Tol Trans Jawa Serba Salah Karena Tarif Mahal

“Jadi, ada beberapa indikasi pada akun fanpage milik Abu Janda yang sifatnya bukan akun yang sebenarnya. Mungkin ada interaksi dengan akun-akun lain yang dianggap menyalahi ketentuan Facebook,” kata dia.

Fahmi pun menilai Facebook justru bisa menuntut balik Arya. Hal ini lantaran tindakan yang dilakukan Arya terhadap akun halaman miliknya telah terukur berdasarkan data dan fakta.

“Tindakan Abu Janda itu sudah terukur, kalau dibuka sama Facebook malah bisa dituntut balik,” tuturnya.

Masyarakat Belum Memahami Standar Komunitas Yang Dikeluarkan Facebook

Selaras dengan Fahmi, pendiri komunitas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho, mengatakan masyarakat belum memahami ‘Standar Komunitas’ Facebook.

masyarakat-masih-belum-memahami-standar-komunitas-facebook-yang-viral-sirajaqq
Sumber: CNN Indonesia

“Belum banyak masyarakat yang paham soal standar komunikasi ini, yang di dalamnya terdapat poin-poin yang dilarang Facebook misal hate speech kemudian konten-konten yang mengarah pada pornografi,” jelas Septiaji.

Septiaji menjelaskan bahwa saat ini Facebook telah membuat opsi banding bagi pengguna mereka yang akunnya dinonaktifkan secara paksa oleh Facebook.

Menurutnya, pengguna diharuskan mengisi semacam formulir pengajuan banding jika meyakini akunnya tidak melanggar ‘Standar Komunitas’. Jika sudah mengisi formulir ini, maka pihak Facebook akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

“Facebook sudah memiliki mekanisme semacam pengajuan keberatan atau banding, jadi kalau akun kita itu dihapus secara keliru maka kita punya kesempatan untuk melakukan banding,” jelas Septiaji.

https://www.facebook.com/help/contact/260749603972907 (form pengajuan banding)

Kasus Abu Janda Melawan Facebook

Permadi Arya (Abu Janda) pada Jumat (08/02) lalu bersama sepuluh kuasa hukumnya mendatangi perwakilan kantor Facebook di kawasan Gatot Subroto. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka melayangkan surat somasi sebesar Rp1 triliun atas tuduhan dirinya termasuk Saracen.

“Alasan saya karena katanya menurut temuan mereka, Page Abu Janda yang followers-nya 500 ribu bagian dari Saracen dan nama saya disebut jelas,” kata Arya.

Baca juga: Harga BBM Turun Jelang Pilpres, Kenapa?

“Ini kami kasih waktu empat hari buat Facebook membersihkan nama saya dan mengembalikan akun saya yang di-banned. Kalau dalam empat hari tidak dibuat clear, serius kami akan gugat ke pengadilan materill dan Kepolisian soal UU ITE,” lanjutnya.

abu-janda-melawan-facebook-yang-viral-sirajaqq
Abu Janda melayangkan surat somasi sebesar Rp1 triliun kepada CEO dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. (Sumber: Tagar News)

Selain itu, pada pendahuluan ‘Standar Komunitas’, sudah tertera dengan jelas bahwa pihak Facebook telah menghimbau kepada para penggunanya yang melanggar aturan ‘Standar Komunitas’ untuk menerima segala konsekuensi, salah satunya adalah penutupan akun secara paksa.

“Konsekuensi pelanggaran ‘Standar Komunitas’ kami beragam. Contohnya kami mungkin akan memperingatkan seseorang untuk pelanggaran pertama. Namun jika dia terus melanggar kebijakan kami, kami akan membatasi kemampuannya untuk membuat postingan di Facebook atau menonaktifkan profilnya,”

Bahkan perusahaan yang berkantor pusat di Menlo Park, California ini tak segan melaporkan akun pengancam keselamatan publik kepada penegak hukum.

Sumber: CNN Indonesia

Follow dan Like sosmed kita dong

Tinggalkan Balasan