Ahok Buka Rahasia Untuk Atasi Banjir di DKI Jakarta

Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menanggapi hasil survei Indo Barometer yang menyebut dirinya gubernur yang dianggap berhasil mengatasi macet dan banjir DKI. Ahok menjelaskan bahwa yang dia kerjakan untuk mengatasi macet dan banjir hanya mengikuti desain dan aturan yang sudah ditetapkan sejak zaman penjajahan Belanda.

“Saya kira kita hanya mengikuti aturan yang ada. Itu sudah digariskan dari Belanda. DKI ini dari zaman Belanda sudah ada desainnya,” kata Ahok usai acara Ngobrol Tempo di Kantor Tempo, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

Ahok mengatakan, desain yang sudah ditetapkan untuk Jakarta adalah membuat tanggul dan menghubungkan 1.300 saluran air, seperti Cengkareng drain, Banjir Kanal Timur, Banjir Kanal Barat, dan Cakung drain. Selain itu juga harus ada pemasangan pompa dan pengerukan sungai yang dilakukan terus menerus.

“1.300 penghubung saluran mesti terjaga. Ya itu enggak ada yang aneh, karena itu bukan dari saya. Itu dari PU pusat, dari Belanda sudah begitu konsultannya.”

Hasil sigi Indo Barometer sebelumnya menyebutkan Gubernur DKI JakaJakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menanggapi hasil survei Indo Barometer yang menyebut dirinya gubernur yang dianggap berhasil mengatasi macet dan banjir DKI. Ahok menjelaskan bahwa yang dia kerjakan untuk mengatasi macet dan banjir hanya mengikuti desain dan aturan yang sudah ditetapkan sejak zaman penjajahan Belanda.

“Saya kira kita hanya mengikuti aturan yang ada. Itu sudah digariskan dari Belanda. DKI ini dari zaman Belanda sudah ada desainnya,” kata Ahok usai acara Ngobrol Tempo di Kantor Tempo, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

Ahok mengatakan, desain yang sudah ditetapkan untuk Jakarta adalah membuat tanggul dan menghubungkan 1.300 saluran air, seperti Cengkareng drain, Banjir Kanal Timur, Banjir Kanal Barat, dan Cakung drain. Selain itu juga harus ada pemasangan pompa dan pengerukan sungai yang dilakukan terus menerus.

“1.300 penghubung saluran mesti terjaga. Ya itu enggak ada yang aneh, karena itu bukan dari saya. Itu dari PU pusat, dari Belanda sudah begitu konsultannya.”

Hasil sigi Indo Barometer sebelumnya menyebutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum berhasil mengatasi masalah banjir dan macet selama masa kepemimpinannya. Dua masalah ini dinilai paling meresahkan masyarakat Jakarta.

Nilai rapor Anies dalam menangani banjir dan macet, jomplang jika dibandingkan dengan gubernur sebelumnya yakni; Joko Widodo atau Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Survei Indo Barometer ini dilakukan pada 9-15 Januari 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling yang melibatkan sampel sebanyak 1.200 responden dari seluruh Indonesia, dengan margin of error sebesar ± 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut survei itu, 42 persen masyarakat menilai Ahok berhasil menangani kedua masalah tersebut, sementara Jokowi mendapatkan suara 25 persen dan Anies Baswedan sebesar 4,1 persen. Demikian juga untuk masalah kemacetan. Sebanyak 35,3 persen masyarakat menilai Ahok sukses mengatasi kepadatan lalu lintas di ibukota sementara Jokowi mendapat suara 25,3 persen dan Anies Baswedan sebesar 8,3 persen.Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menanggapi hasil survei Indo Barometer yang menyebut dirinya gubernur yang dianggap berhasil mengatasi macet dan banjir DKI. Ahok menjelaskan bahwa yang dia kerjakan untuk mengatasi macet dan banjir hanya mengikuti desain dan aturan yang sudah ditetapkan sejak zaman penjajahan Belanda.

“Saya kira kita hanya mengikuti aturan yang ada. Itu sudah digariskan dari Belanda. DKI ini dari zaman Belanda sudah ada desainnya,” kata Ahok usai acara Ngobrol Tempo di Kantor Tempo, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

Ahok mengatakan, desain yang sudah ditetapkan untuk Jakarta adalah membuat tanggul dan menghubungkan 1.300 saluran air, seperti Cengkareng drain, Banjir Kanal Timur, Banjir Kanal Barat, dan Cakung drain. Selain itu juga harus ada pemasangan pompa dan pengerukan sungai yang dilakukan terus menerus.

“1.300 penghubung saluran mesti terjaga. Ya itu enggak ada yang aneh, karena itu bukan dari saya. Itu dari PU pusat, dari Belanda sudah begitu konsultannya.”

Hasil sigi Indo Barometer sebelumnya menyebutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum berhasil mengatasi masalah banjir dan macet selama masa kepemimpinannya. Dua masalah ini dinilai paling meresahkan masyarakat Jakarta.

Nilai rapor Anies dalam menangani banjir dan macet, jomplang jika dibandingkan dengan gubernur sebelumnya yakni; Joko Widodo atau Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Survei Indo Barometer ini dilakukan pada 9-15 Januari 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling yang melibatkan sampel sebanyak 1.200 responden dari seluruh Indonesia, dengan margin of error sebesar ± 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut survei itu, 42 persen masyarakat menilai Ahok berhasil menangani kedua masalah tersebut, sementara Jokowi mendapatkan suara 25 persen dan Anies Baswedan sebesar 4,1 persen. Demikian juga untuk masalah kemacetan. Sebanyak 35,3 persen masyarakat menilai Ahok sukses mengatasi kepadatan lalu lintas di ibukota sementara Jokowi mendapat suara 25,3 persen dan Anies Baswedan sebesar 8,3 persen.Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menanggapi hasil survei Indo Barometer yang menyebut dirinya gubernur yang dianggap berhasil mengatasi macet dan banjir DKI. Ahok menjelaskan bahwa yang dia kerjakan untuk mengatasi macet dan banjir hanya mengikuti desain dan aturan yang sudah ditetapkan sejak zaman penjajahan Belanda.

“Saya kira kita hanya mengikuti aturan yang ada. Itu sudah digariskan dari Belanda. DKI ini dari zaman Belanda sudah ada desainnya,” kata Ahok usai acara Ngobrol Tempo di Kantor Tempo, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

Ahok mengatakan, desain yang sudah ditetapkan untuk Jakarta adalah membuat tanggul dan menghubungkan 1.300 saluran air, seperti Cengkareng drain, Banjir Kanal Timur, Banjir Kanal Barat, dan Cakung drain. Selain itu juga harus ada pemasangan pompa dan pengerukan sungai yang dilakukan terus menerus.

“1.300 penghubung saluran mesti terjaga. Ya itu enggak ada yang aneh, karena itu bukan dari saya. Itu dari PU pusat, dari Belanda sudah begitu konsultannya.”

Hasil sigi Indo Barometer sebelumnya menyebutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum berhasil mengatasi masalah banjir dan macet selama masa kepemimpinannya. Dua masalah ini dinilai paling meresahkan masyarakat Jakarta.

Nilai rapor Anies dalam menangani banjir dan macet, jomplang jika dibandingkan dengan gubernur sebelumnya yakni; Joko Widodo atau Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Survei Indo Barometer ini dilakukan pada 9-15 Januari 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling yang melibatkan sampel sebanyak 1.200 responden dari seluruh Indonesia, dengan margin of error sebesar ± 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut survei itu, 42 persen masyarakat menilai Ahok berhasil menangani kedua masalah tersebut, sementara Jokowi mendapatkan suara 25 persen dan Anies Baswedan sebesar 4,1 persen. Demikian juga untuk masalah kemacetan. Sebanyak 35,3 persen masyarakat menilai Ahok sukses mengatasi kepadatan lalu lintas di ibukota sementara Jokowi mendapat suara 25,3 persen dan Anies Baswedan sebesar 8,3 persen.vvvrta Anies Baswedan belum berhasil mengatasi masalah banjir dan macet selama masa kepemimpinannya. Dua masalah ini dinilai paling meresahkan masyarakat Jakarta.

Nilai rapor Anies dalam menangani banjir dan macet, jomplang jika dibandingkan dengan gubernur sebelumnya yakni; Joko Widodo atau Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Survei Indo Barometer ini dilakukan pada 9-15 Januari 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling yang melibatkan sampel sebanyak 1.200 responden dari seluruh Indonesia, dengan margin of error sebesar ± 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Menurut survei itu, 42 persen masyarakat menilai Ahok berhasil menangani kedua masalah tersebut, sementara Jokowi mendapatkan suara 25 persen dan Anies Baswedan sebesar 4,1 persen. Demikian juga untuk masalah kemacetan. Sebanyak 35,3 persen masyarakat menilai Ahok sukses mengatasi kepadatan lalu lintas di ibukota sementara Jokowi mendapat suara 25,3 persen dan Anies Baswedan sebesar 8,3 persen.

Follow dan Like sosmed kita dong

Tinggalkan Balasan