Berlian Liverpool Terbaru, Ki Jana Hoever

ki-jana-hoever-liverpool-wolves-201819-sirajaqq-rajaqq

Yang ViralBerlian Liverpool Terbaru, Ki Jana Hoever – Ki-Jana Hoever tidak butuh waktu lama untuk meninggalkan kesan baik pada Jurgen Klopp. Remaja 17 tahun ini juga termasuk dalam daftar 50 remaja terbaik di sepakbola versi NXGN. The Reds punya harapan besar pada bintang muda Belanda ini.

Pada kenyataannya, cuma butuh satu sesi latihan untuk menyadari bakat yang dimiliki oleh pemuda Belanda itu.

Itu terjadi tepat sebelum Natal, seiring skuad senior Liverpool dihantam badai cedera, terutama di lini pertahanan. Joe Gomez, Joel Matip dan Trent Alexander-Arnold semuanya ada dalam daftar absensi, membuat tim utama Klopp pincang.

Hoever dipanggil. Laporan dari Akademi Merah di Kirkby cukup bersinar, jadi dia melakukan perjalanan lima mil ke Melwood. Tes pertamanya? Pertandingan latihan 9v9, mengawal Mohamed Salah.

Mereka yang ada di sana menyaksikan pertunjukan menarik. Hoever, sebulan sebelum ulang tahunnya yang ke-17, mampu mengimbangi bintang Liverpool itu. Dia cerdas dan agresif, percaya diri dan tenang. Di akhir sesi, pembicaraan di antara para pemain senior pun tercipta.

“Siapa anak ini?!”

Baca juga: Tensi Rivalitas Klub Jadi Bumerang Di Timnas Inggris

Debut Ki-Jana Hoever di Tim Senior

Dalam waktu tiga minggu Hoever akan diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas, melakukan debut profesionalnya di depan publik dalam pertandingan Piala FA yang disiarkan televisi kontra Wolves. Pada usia 16 tahun 354 hari, ia menjadi pemain termuda ketiga dalam sejarah The Reds. Awal mula yang bagus.

Hoever baru melakoni debutnya di tim U-18 pada September, tetapi perkembangannya sangat tak terduga. Staf Liverpool yakin bahwa mereka memiliki permata kasar di tangan mereka. Memang, tidak akan mengejutkan bagi siapa pun di Melwood ketika Hoever telah dimasukkan dalam 2019 NxGn – daftar tahunan Goal tentang 50 remaja terbaik di dunia sepakbola. Dia adalah pemain termuda ketiga dalam daftar yang telah diumumkan.

ki-jana-hoever-liverpool-wolves-201819-sirajaqq-rajaqq

Liverpool terlibat dalam persaingan sehat untuk mendapatkan Hoever. Chelsea, Manchester City dan Manchester United sangat tertarik untuk memboyong pemain muda ini begitu kontraknya dengan Ajax berakhir Juni lalu, tetapi kepala scout Reds Barry Hunter dan direktur akademi Alex Inglethorpe menginvestasikan banyak waktu guna meyakinkan Hoever dan keluarganya bahwa Merseyside adalah tempat terbaik untuknya.

Hunter telah memantau kemajuannya selama setahun setelah melihatnya di turnamen remaja di Amsterdam. Dia melihat ketenangannya dalam penguasaan bola dan menggarisbawahi cara dia membaca permainan. Fakta bahwa ia bisa bermain di bek sayap dan bek tengah adalah bonus. Liverpool, pada kenyataannya, bertanya-tanya apakah ia bahkan bisa berkembang menjadi pemain lini tengah di masa depan.

Calon Pemain Terbaik Didapat Dengan Harga Murah

Kesepakatan itu tidak membuat pusing dalam hal keuangan. Hoever terlalu muda untuk menandatangani kontrak profesional dengan Ajax, sehingga dia bebas untuk pindah ke mana pun dia mau. Liverpool, di bawah aturan FIFA, hanya harus membayar biaya kompensasi yang sederhana sebesar € 100.000 untuk salah satu talenta paling cerdas di Eropa. Seandainya Hoever bermain di klub Inggris, The Reds akan membayar 10 kali lipat dari biaya itu.

Pendekatan Liverpool ternyata berhasil. Hoever tiba di Merseyside pada akhir Juli, meskipun debutnya untuk tim di U-18 Barry Lewtas harus ditunda karena mereka menunggu izin internasional. Namun, penampilannya dalam sesi latihan membuat staf bersemangat. “Layak untuk ditonton,” kata Kirkby.

Pada November, ia menjadi pemain tetap di tim Lewtas, baik sebagai bek kanan atau di pusat pertahanan, dan tampil di U-19 UEFA Youth League, bersama pemain reguler Melwood, Curtis Jones dan Rafa Camacho.

Debutnya di U-23 menyusul, pengalaman parah saat Liverpool dihajar 7-0 oleh Villarreal di Piala Internasional Liga Primer. Hoever, selaku bek kanan, adalah satu-satunya titik terang di malam yang menyedihkan bagi tim Neil Critchley.

Baca juga: Selebrasi Selangkangan Christian Ronaldo Dikenakan Denda Rp 320 Juta

Empat hari kemudian dia kembali dengan tim U-23, kali ini di Goodison Park dalam derby mini bersama Everton, bermain sebagai bek sayap kanan. Everton menerjunkan orang-orang seperti Jonjoe Kenny, Tyias Browning dan Kieran Dowell, tetapi Hoever-lah yang mencuri perhatian.

Bahkan Critchley, seorang pelatih pemuda berpengalaman yang selalu berhati-hati dalam memberi komentar hiperbola, tidak bisa menyamarkan kegembiraannya.

ki-jana-hoever-liverpool-201819-sirajaqq-rajaqq

“Tak bisa dipercaya,” katanya. “Enam tahun. Sungguh… wow!”

Ki-Jana Hoever Diberi Kesempatan di Tim Senior

Beberapa pekan kemudian, datanglah panggilan dari Melwood. Asisten pelatih Liverpool, Pep Ljinders, menjamu Hoever sebelum sesi pertamanya. Lijinders, sesama orang Belanda, memegang perang penting dalam meyakinkan pemain muda itu untuk memastikan sang pemain masuk dalam sesi latihan tim senior Klopp dan dia, seperti lainnya, terkesan dengan apa yang ditunjukkan Hoever.

Tak ada yang heboh, tidak ada ego, hanya anak yang tenang dan sopan dengan bahasa Inggris yang bagus dan bakat siap diasah. Ketika menginjak usia 17 tahun pada Januari, kontrak profesionalnya langsung menyusul.

Para staf, secara natural, sangat antusiasi untuk memastikan tak ada kehebohan yang mengitari sang pemain. Mereka tahu jalan ke puncak selalu memuat jebakan dan lubang, dan tak ada jaminan bahkan untuk pemain paling berbakat sekalipun.

Tanda-tanda awalnya, meski begitu, amatlah positif. Kita sudah pasti akan sering mendengar banyak berita tentang Ki-Jana Hoever dalam beberapa bulan atau tahun ke depan.

Sumber: Goal Indonesia

Follow dan Like sosmed kita dong

Tinggalkan Balasan