Dandim Kendari Resmi Dicopot Karena Istrinya Nyinyir

Dandim-Kendari-Resmi-Dicopot-Karena-Istrinya-Nyinyir-sirajaqq-rajaqq-yang-viral

Yang Viral – Dandim Kendari Resmi Dicopot Karena Istrinya Nyinyir – Dandim 1417 Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi resmi dicopot dan digantikan oleh Kolonel Inf Alamsyah. Pencopotan Hendi terpaksa dilakukan karena istrinya membuat postingan nyinyir terkait penusukan Menko Polhukam Wiranto.

Upacara pencopotan itu digelar di Aula Sudirman Makorem 143 Halu Oleo, Sabtu (12/10/2019). Setelah pencopotan Hendi, jabatan Dandim Kendari langsung diserahkan kepada Alamsyah dalam upacara serah terima jabatan di lokasi yang sama.

Upacara tersebut dipimpin oleh Dandrem 143 HO Kolonel Inf. Yustinus Nono Yulianto. Sebelumnya, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi juga sempat berada dalam aula.

Seusai upacara, Yustinus kemudian memberikan ucapan selamat kepada pejabat Kodim baru. Istri Hendi yang baru dicopot dari jabatannya itu tampak menangis meneteskan air mata.


Baca juga: Wiranto Diserang Pria Bersenjata Tajam di Pandeglang


Sebelumnya, KSAD Jendral Andika Perkasa mengumumkan penjatuhan sanksi kepada dua anggota TNI AD. Sanksi diberikan gara-gara cuitan istri kedua prajurit itu soal Wiranto.

“Sehubungan dengan beredarnya posting-an di social media menyangkut insiden yang dialami oleh Menko Polhukam, maka Angkatan Darat telah mengambil keputusan. Pertama, kepada individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD, yang pertama berinisial IPDN, dan yang kedua adalah LZ,” kata Andika di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

IPDN merupakan istri dari mantan Dandim Kendari Kolonel Hendi. Sedangkan LZ adalah seorang istri dari Sersan Dua berinisial Z. Kedua orang itu diarahkan ke ranah peradilan umum.

Dia mengatakan pihaknya menindak suami mereka. Kolonel HS dan Sersan dua Z disebutkan sudah memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 tahun 2014 yaitu hukum disiplin militer.


Baca juga: Pria Ini Viral Karena Dikira Teroris, Ternyata…


Prajurit Bertanggung Jawab atas Tindakan Istri

TNI menegaskan bahwa seorang prajurit harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan keluarganya, termasuk istri dari prajurit. “Setiap suami bertanggung jawab pada apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh anak dan istrinya. Itu intinya,” Ungkap Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Sisriadi, hukuman disiplin militer menjadi dasar bagi TNI untuk memberikan sanksi kepada tiga prajurit atas ulah istri mereka. Selain Kolonel Hendi, dua prajurit lain yang dihukum adalah anggota Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung, Sersan Dua Z, dan anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya, Peltu YNS.

Sumber: Detik.com

Follow dan Like sosmed kita dong
error

Tinggalkan Balasan