Harapan Arsenal Kini Berubah Menjadi Mimpi Buruk

Harapan-Arsenal-Kini-Berubah-Menjadi-Mimpi-Buruk-sirajaqq-rajaqq

Yang ViralHarapan Arsenal Kini Berubah Menjadi Mimpi Buruk – Kini harapan Arsenal untuk bermain di Liga Champions pada musim depan berubah menjadi mimpi buruk. Perjalanan Arsenal untuk kembali ke Liga Champions juga terasa sangat jauh. Hal ini dikarenakan mereka dikalahkan oleh Chelsea dengan skor telak 4-1 di final Liga Europa, Kamis (30/05) dini hari WIB.

Pertandingan itu merupakan pertaruhan terakhir bagi The Gunners untuk lolos ke Liga Champions, usai melepas posisi di empat besar Liga Primer Inggris pada pekan-pekan akhir. Tetapi mereka tidak bisa bangkit melawan The Blues, yang sebenarnya sudah mengamankan tempat mereka di UCL musim depan.

Sekarang, ketika Arsenal memulai perjalanan panjang kembali ke London, mereka seperti menatap ke dalam jurang, sementara di tempat berbeda tim-tim top Liga Primer lain justru bertambah kuat.

Unai Emery dipastikan hanya akan memiliki anggaran transfer £45 juta musim panas ini. Di sisi lain dia juga harus memperkecil gap kualitas dengan tim lain seperti Manchester City, Liverpool, dan Tottenham Hotspur. Ini merupakan musim pertama yang menjanjikan bagi pria Spanyol tersebut, tapi dia akan kesulitan untuk bangkit dari akhir yang mengecewakan.


Baca juga: Jose Antonio Reyes Meninggal Dalam Kecelakaan


Arsenal akan bergabung di Liga Europa bersama Manchester United dan Wolverhampton Wanderers, dua tim yang tidak diragukan lagi akan menghabiskan banyak uang dalam beberapa bulan mendatang untuk meningkatkan kualitas pasukan mereka. Sedangkan Emery tidak akan memiliki kemewahan seperti itu.

Tidak ada yang mempertanyakan masa depan Emery musim panas ini, dan dia akan didukung oleh klub. Tetapi bagi sebagian penggemar, akan tetap muncul pertanyaan apakah dia orang yang tepat untuk memimpin Arsenal kembali berjaya. Cara mereka kalah di Baku hanya akan menambah pertanyaan-pertanyaan itu.

Harapan Arsenal Tidak Berjalan Sesuai Rencana

Arsenal memulai laga dengan baik, tetapi kontribusi beberapa pemain mulai hilang di tengah pertandingan, dan kemudian menyerah di babak kedua.

Sundulan Oliver Giroud membuka keunggulan Chelsea pada menit ke-49, dan Pedro menggandakan skor ketika laga berjalan tepat sejam. Penalti Eden Hazard memperbesar keunggulan, dan pemain asal Belgia itu juga langsung memupus harapan Arsenal untuk bangkit dengan mencetak gol keempat hanya beberapa saat setelah Alex Iwobi memperkecil skor.

hazard-chelsea-europa-league-final-sirajaqq-rajaqq

Emery memasukkan tangan ke dalam saku ketika gol bersarang, dan menggertakkan gigi ketika menyaksikannya dari pinggir lapangan. Dia sudah tahu apa yang akan dihadapinya musim panas ini. Sekali lagi musim tanpa kemewahan Liga Champions, dan sekali lagi akan menghadapi pekerjaan yang sulit.


Baca juga: Sebuah Misi Penebusan Mohamed Salah


Arsenal merupakan klub yang seluruh model bisnisnya bergantung pada Liga Champions. Dalam dua musim terakhir, mereka telah sengsara karena tidak mendapat pemasukan tambahan. Tagihan gaji melumpuhkan kemampuan mereka untuk berbelanja, dan sang pemilik Stan Kroenke tetap bersikeras tidak mau memberi suntikan dana tambahan.

Berpotensi Kehilangan Bintang

Hal tersebut membuat Emery menghadapi kemungkinan harus menjual beberapa pemain bintang, agar mendapat dana tambahan. Alexandre Lacazette jelang final mengatakan bahwa dia akan berbicara dengan klub musim panas ini mengenai masa depannya. Beberapa klub seperti Barcelona dan Atletico Madrid dikabarkan tertarik merekrut penyerang asal Prancis itu.

Dan, sayangnya bagi Arsenal, mungkin hal-hal seperti itu harus ditempuh The Gunners karena Emery sedang dihadapkan dengan pekerjaan berat, membangun ulang pondasi tim.

Bukan bermaksud meremehkan, tetapi final ini merupakan pertandingan terpenting Arsenal dalam satu dekade terakhir. Itu adalah pertandingan yang harus mereka menangkan, tetapi mereka malah kalah dengan cara yang sungguh memalukan.

Tidak ada akhir yang bahagia bagi Petr Cech, tidak ada trofi bagi Aaron Ramsey untuk berpamitan. Lucas Torreira berlinangan air mata ketika meninggalkan lapangan, begitu juga dengan para penggemar di tribun yang sudah menempuh perjalanan jauh ke Baku.

Sumber: Goal Indonesia

Follow dan Like sosmed kita dong

Tinggalkan Balasan