Harga BBM Turun Jelang Pilpres, Kenapa?

Harga-BBM-Turun-Jelang-Pilpres-Kenapa-sirajaqq-yangviral

Yang Viral – Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan daftar harga baru untuk harga eceran bahan bakar minyak (BBM). Adanya daftar harga itu membuat harga BBM di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) turun harga.

Lalu kenapa formula ini keluar di tahun politik alias jelang pemilihan presiden (Pilpres)?

“Enggaklah, fakta kan, ini kan data, bukan karena tahun politik,” katanya di Kementerian ESDM Jakarta, Minggu (10/2/2019).

Dalam perjalanannya, harga minyak mentah dunia sempat menyentuh angka US$ 106 per barel. Harga tersebut terus mengalami penurunan bahkan hampir menjadi separuhnya saat ini.

Baca juga: Limbah Cuci Mobil Tidak Dibuang ke Selokan

Dengan penurunan harga minyak mentah dunia sampai separuhnya dan kurs tetap, seharusnya harga BBM bisa turun sampai separuhnya. Namun dengan kurs yang berubah-ubah, pemerintah memandang harga BBM masih bisa turun.

“Akhirnya karena ini tidak subsidi maka pemerintah hanya mengeluarkan pada saat itu Permen Nomor 34 Tahun 2018 jadi sudah sejak tahun lalu. Logikanya masyarakat, logika di market harga minyak turun,” ujarnya.

“Kemudian, karena tidak subsidi maka pemerintah mewajibkan hanya melaporkan apakah badan usaha dalam menetapkan harga itu sesuai nggak dengan harga market karena ternyata beda-beda satu sama lain,” tambahnya.

Baca juga: Pembebasan Ahok Disoroti Media Internasional

Alhasil, pemerintah kemudian perlu mengeluarkan formula harga yang baru sebagai dasar perhitungan harga badan usaha.

“Sehingga pemerintah memandang perlu, pada awal tahun ini mulai berdiskusi, kemudian rapat-rapat ternyata kita dapatkan semua data perolehan, data penyimpanan, distribusi, termasuk margin, kita evaluasi kita analisis,” terangnya.

Dia mengatakan bahwa formula ini diharapkan badan usaha tidak mengambil keuntungan semuanya sendiri. Di sisi lain, persaingan akan lebih sehat karena adanya batas harga tertinggi.

“Kita evaluasi lagi ternyata bisa efisien makanya kita buat standar formula sebagai acuan untuk mereka untuk menetapkan harga, kan ada badan usaha juga banting harga ‘baru dateng’ nggak apa-apa deh rugi,” paparnya.

Sumber: Detik.com

Follow dan Like sosmed kita dong

Tinggalkan Balasan