Kabut Asap di Pekanbaru Membuat Jarak Pandang Terbatas

Kabut-Asap-di-Pekanbaru-Membuat-Jarak-Pandang-Terbatas-sirajaqq-rajaqq-yang-viral

Yang Viral – Kabut Asap di Pekanbaru Membuat Jarak Pandang Terbatas – Kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti wilayah Pekanbaru, Riau sampai hari ini, Jumat (13/09). Kepungan asap ini sudah terjadi sejak 10 hari yang lalu dan kini semakin membahayakan bagi masyarakat.

Aroma tak sedap seperti bau khas orang membakar sampah langsung menyapa tim CNNIndonesia.com saat menginjakkan kaki di Pekanbaru. Tidak hanya itu saja, jarak pandang juga terbatas dan hal itu cukup mengganggu meski masih bisa ditoleransi.

Penerbangan dari Jakarta ke Pekanbaru juga beberapa kali sempat tertunda akibat kabut asap tersebut. Pesawat yang mestinya berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pukul 08.30 WIB tertunda hingga sekitar 10.00 WIB.

Setibanya di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, seorang petugas tampak membagikan masker kepada para penumpang yang baru saja tiba.


Baca juga: Viral Penumpang Kena Tipu Driver Ojol Karena Cerita Sedih


“Sudah sekitar satu minggu lah bagi-bagi masker ini,” kata petugas tersebut.

Kualitas Udara di Pekanbaru Sudah Masuk Kategori Berbahaya

Pekatnya kabut asap membuat tim CNN Indonesia penasaran dengan kualitas udara di kota ini. Lewat aplikasi Air Visual, Pekanbaru mendapat skor US Air Quality Index (AQI US) sempat berada di angka 604. Angka ini sudah termasuk kedalam kategori yang berbahaya.

Warga setempat juga mengungkapkan bahwa kabut asap sudah masuk ke kategori cukup parah dalam 10 hari terakhir ini. Bahkan, kabut asap ini mengakibatkan kegiatan pendidikan di Pekanbaru terpaksa diliburkan.


Baca juga: PB Djarum Hentikan Audisi Umum Bulutangkis Mulai 2020


Sebelumnya BMKG melalui laman resminya www.bmkg.go.id juga menempatkan udara Pekanbaru, Riau ke kategori berbahaya. Dari laman tersebut tercatat konsentrasi PM 10 pukul 12.22 berada di angka 399,41 μgram/m3.

Dalam klasifikasi BMKG, Konsentrasi PM 10 di atas 350 μgram/m3 sudah masuk ke dalam kategori berbahaya. Sementara angka normal dari PM 10 seharusnya berada di kisaran angka 0-50 μgram/m3.

Sementara angka tertinggi PM 10 di Pekanbaru yang tercatat mencapai 440,10 μgram/m3 yang terjadi sekitar pukul 09.00 pagi hari ini. Hingga kini masih belum ada pernyataan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terkait asap dan udara di Pekanbaru ini.

Sumber: CNN Indonesia

Follow dan Like sosmed kita dong
error

Tinggalkan Balasan