Kanada Menurunkan Bendera Setengah Tiang Tanda Berkabung

Kanada-Menurunkan-Bendera-Setengah-Tiang-Tanda-Berkabung

Kanada Menurunkan Bendera Setengah Tiang Tanda Berkabung – Berita duka dan menghebongkan dunia datang dari New Zealand.

Telah terjadi penembakan di Masjid New Zealand yang di duga adalah perilaku terorisme.

Terjadinya peristiwa tersebut membuat negara Kanada menurukan bendera setengah tiang.

Dan setelah kejadian tersebut polisi melakukan patroli ke masjid-masjid Kanada menyusul terjadinya serangan teroris di Selandia Baru, Jumat (15/3) kemarin.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengecam aksi tersebut sebagai peristiwa mengerikan yang membangkitkan kenangan buruk warganya.

BACA JUGA :Supir Taksi Online Palsu Peras dan Lukai Penumpang

Dilansir AFP, Minggu (17/3/2019), Kanada menurunkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung. Trudeau menyebut semua masyarakat muslim berduka.

“Serangan terhadap orang-orang yang sedang beribadah adalah hal yang sangat mengerikan, dan Kanada dengan keras mengecam penembakan di Selandia Baru,” kata Trudeau via akun Twitternya.

“Hati dan pikiran kami bersama dengan para korban dan keluarganya, dan kami bergabung dengan Selandia Baru dan komunitas muslim di seluruh dunia yang sedang berkabung,” kata Trudeau.

Serangan di masjid-masjid Christchurch menewaskan 49 orang. Terduga pelaku penyerangan adalah pria 28 tahun kelahiran Australia bernama Brenton Tarrant. 

Polisi di Toronto dan Montreal, dua kawasan yang dihuni banyak masyarakat Muslim, menyatakan kepada AFP telah meningkatkan pengamanan. Ada 100 masjid di dua kawasan metropolitan itu.

BACA JUGA : Seorang Ibu Tertawa Sepeda Motornya Dibawa Kabur

“Menanggapi serangan di Selandia Baru, kami akan meningkatkan kehadiran polisi di komunitas, fokus ke tempat ibadah, terutama masjid,” kata polisi Toronto Constable Allyson Douglas-Cook. 

Namun, potret-potret telah diunggah di media sosial, termasuk potret senjata semiotomatis Tarrant bertuliskan nama-nama orang di masa lalu.

Nama-nama orang itu ada kaitannya dengan pembunuhan terhadap muslim, termasuk Alexandre Bissonette.

Bissonete menembak orang-orang yang sedang beribadah di masjid Kota Quebec pada Januari 2017. Aksinya menewaskan enam orang dan melukai 35 orang.

Pengacara Bissonnette sangat terpengaruh dengan peristiwa di Selandia Baru. “Dia terganggu namanya dihubungkan dengan serangan itu.” 

Follow dan Like sosmed kita dong

Tinggalkan Balasan