Kenangan Vito Mannone Bersama Arsenal

vito-mannone-jens-lehmann-arsenal-sirajaqq-rajaqq

Yang ViralKenangan Vito Mannone Bersama Arsenal – Dalam wawancara eksklusif dengan Goal, Vito Mannone mengenang kisahnya ketika dia masih berada di Arsenal. Ia memulai karir di Arsenal dengan kemarahan Lehmann hingga akhirnya perpisahan secara emosional dengan Wenger.

“Mereka mengatakan terkadang penjaga gawang tidak dapat dikalahkan, dan malam ini dia terlihat seperti itu.”

Itu adalah kata-kata yang keluar dari mulut Arsene Wenger setelah Vito Mannone tampil luar biasa untuk membantu Arsenal meraih kemenangan 1-0 atas Fulham pada 26 September 2009. Hampir sepuluh tahun berlalu, tapi Mannone masih merasa pertandingan itu baru saja terjadi kemarin.

“Itu adalah pertandingan yang luar biasa, suasana yang luar biasa,” ujar kiper Italia tersebut kepada Goal. “Saya tidak akan pernah melupakannya. Saya harus menunukkan bakat saya, dan apa yang bisa saya lakukan ketika masih sangat muda.”

Vito Mannone Adalah Wonderkid Pada Masa Itu

Beberapa orang di luar Arsenal sudah mendengar tentang bakat Mannone sebelum laga tersebut.

Dia tiba sebagai pemain remaja empat tahun sebelumnya. Dia menandatangani kontrak dari Atalanta, saat dia baru membuat tiga penampilan bersama tim senior, yaitu ketika menjalani masa peminjaman singkat di Barnsley selama musim 2006/07.

Tetapi cedera yang diderita Manuel Almunia dan Lukasz Fabianski memberinya kesempatan untuk tampil melawan Fulham, dan itu adalah kesempatan yang diamanfaatkan dengan cara yang menakjubkan. Serangkaian penyelamatan memukau membuat tim tuan rumah frustasi, dan Arsenal berhasil meraih poin maksimal lewat gol tunggal Robin Van Persie.

Para penggemar The Gunners yang menyaksikan langsung di Craven Cottage malam itu langsung memuji pahlawan baru mereka. Setelah pertandingan nyanyian “Vito, Vito, Vito” terdengar di sepanjang jalanan London Barat.

Itu merupakan malam yang diimpikan oleh Mannone ketika tumbuh besar di Italia, dan itulah sebabnya – hampir satu dekade kemudian – dia masih menghargai laga tersebut sebagai salah satu momen terbaik dalam kariernya.

vito-mannone-arsenal-2009-sirajaqq-rajaqq

Awal Cerita Mannone Hingga Bisa Bergabung Dengan The Gunners

“Itu adalah pertandingan istimewa bagi saya,” ujarnya. “Itu adalah impian saya sebagai anak muda, untuk memiliki penampilan sebagai pemain terbaik bagi klub sebesar Arsenal.


Baca juga: Frank Lampard Bisa Kembali ke Chelsea


“Jadi, untuk melakukan itu dan membuat tim menang 1-0 adalah hal luar biasa. Itu adalah malam yang istimewa, dan reaksi yang istimewa dari manajer dan para penggemar.

“Malam itu akan melekat di hati saya selamanya.”

Mannone pertama kali masuk ke radar Arsenal pada 2004. Saat itu dia mencuri perhatian pencari bakat klub Tony Banfield, yang sebenarnya berada di Italia untuk memantau striker muda Parma Arturo Lipoli.

Lupoli juga pada akhirnya bergabung dengan Arsenal, tetapi Mannone yang benar-benar bisa menarik perhatian Banfield.

“Saya bermain di turnamen remaja yang cukup penting melawan Parma,” kenang Mannone.  “Dan di tim Parma itu ada Giuseppe Rossi, yang pergi ke United, dan Arturo Lupoli, yang sedang diburu Arsenal.

“Saya bermain dengan sangat baik pada pertandingan itu. Kami menang 2-0, dan saya menyelamatkan semuanya. Di sana lah segalanya dimulai bagi saya.”

Trial ke London Awal Dari Segalanya

Banfield mendekati Mannone pada Oktober untuk mengundang sang pemain trial di London. Itu adalah kejadian besar, bukan hanya bagi Mannone tetapi juga bagi seluruh keluarganya, karena ayahnya baru saja meninggal sebulan sebelumnya.

Potensi kepindahan ke salah satu klub elit Eropa adalah kesempatan untuk memulai dari awal, untuk membawa cahaya ke sisi yang gelap, jadi itu adalah kesempatan yang tidak akan dilewatkan oleh pemuda kelahiran Desio itu.

sunderland-goalkeeper-vito-mannone-sirajaqq-rajaqq

Dia melakukan perjalanan ke London ketika Natal, dan menghabiskan lima hari untuk berlatih di tim utama. Penampilannya diamati dengan cermat oleh Wenger, dan pelatih kiper Gerry Peyton.

“Itu saat yang sulit bagi saya, karena saya telah kehilangan ayah saya,” tambahnya. “Ini adalah kesempatan untuk mengubah hidup bagi saya, dan keluarga saya. Itu adalah kesempatan menempuh hidup baru di sepakbola.

“Saya pergi selama lima hari, dan menjalani sesi latihan bersama tim utama, yang luar biasa. Ada Thierry Henry, Dennis Bergkamp, Robert Pires. Yang terbaik dari yang terbaik di sepakbola. Itu adalah hal yang Anda impikan sebagai seorang bocah.

“Saya ingat saya gemetaran di awal sesi pertama, kaki saya gemetar dan itu sangat emosional bagi saya. Tetapi ketika bola sudah bergulir, saya baru bisa menyesuaikannya.”

Mannone melakukan apa yang dibutuhkan. Arsenal menawarinya kontrak, dan dia datang pada musim panas 2005. Untuk seorang remaja yang belum pernah merasakan sepakbola di level senior, itu adalah pengalaman yang menyenangkan, sekaligus mengerikan.

Dimarahi Jens Lehmann

Jens Lehmann adalah kiper nomor satu Arsenal saat itu, sementara Almunia didatangkan setahun sbeelumnya untuk menjadi cadangan pemain berpengalaman asal Jerman itu.

“Jens tangguh seperti biasanya,” ujar pemain berusia 31 tahun itu. “Saya tidak mengenalnya, dan dia memulai dengan sangat agresif dalam latihan, meskipun saya masih berusia 16 atau 17 tahun.

“Saya ingat saya salah menendang bola, jadi bola itu tidak mengarah tepat padanya, dan malah masuk ke gawang. Dia hanya berbalik, melempar bola ke arah saya, dan berkata: ‘Jangan lakukan itu lagi’.

“Itu adalah awal hidup saya bersama Arsenal. Hal tersebut memberi tahu saya bahwa standar di sini sangat tinggi.”

arsenal-2012-sirajaqq-rajaqq

Debut Vito Mannone Untuk Arsenal

Mannone melakoni debutnya bersama Arsenal dalam pertandingan persahabatan pra-musim di Barent sesaat setelah datang, tetapi harus menunggu hingga Mei 2009 untuk membuat penampilan resmi pertamanya, ketika tampil melawan Stoke di laga terakhir Liga Primer Inggris.

Dia melakukan penampilan keduanya ketika menghadapi Standard Liege di Liga Champions musim berikutnya, dan juga tampil melawan Wigan di Liga Primer, sebelum menikmati kemenangan 1-0 atas Fulham.

“Vito bermain luar biasa, dan konsistensi adalah tanda pertama dari kualitas,” ujar Wenger setelah pertandingan tersebut. “Dia membuat kami tetap berada di dalam pertandingan pada beberapa situasi yang sulit dipercaya.

“Anda akan memberinya nilai 10 dari 10, karena semua yang dia lakukan tepat. Dia telah menunjukkan bahwa dia berpotensi menjadi penjaga gawang yang sangat baik.”

Vito Mannone Tidak Pernah Bisa Meyakin Wenger

Namun, terlepas dari komentar itu, Mannone tidak pernah bisa meyakinkan Wenger untuk memberinya posisi utama di tim. Faktanya, dia hanya memainkan 19 penampilan dalam empat tahun setelah laga melawan Fulham, meski beberapa kali tampil baik bersama The Gunners, dan ketika dipinjamkan ke Hull City pada 2011/12.

Jadi, ketika Sunderland tertarik mendatangkannya pada musim panas 2012, Mannone memutuskan itu waktu yang tepat untuk pergi.


Baca juga: Rodrygo Merupakan Keajaiban Besar!


“Itu sangat sulit,” aku Mannone. “Arsene Wenger benar-benar istimewa bagi saya. Dia membawa saya sebagai seorang anak muda ke negara baru. Dia memberi saya kesempatan untuk bermain bagi Arsenal, tetapi dia tidak pernah memainkan saya sebanyak yang saya inginkan.

“Dia melihat potensi saya, dan orang-orang melihat potensi saya, tetapi dia tidak pernah memberi saya kesempatan nyata, seperti yang dia berikan kepada Wojciech [Szczesny] atau Lukas [Fabianski]. Itu menyakitkan bagi saya.

“Wojciech memiliki semua kesempatan untuk melakukan kesalahan, dan masih bisa membuat 200 penampilan. Tapi ini adalah kehidupan seorang penjaga gawang.

vito-mannone-arsenal-sirajaqq-rajaqq

“Setelah dipinjamkan ke Hull, saya dapat bermain lagi, mendapatkan 13 pertandingan lagi, bermain di Liga Champions. Saya cukup baik, saya mengalami hari yang baik di Manchester United, menjaga clean sheet di Anfield, dan berpikir ‘Ayolah, sekarang adalah waktu untuk memberi saya kesempatan.’

“Tetapi sekali lagi, Wenger datang kepadaku sebelum pertandingan penting, dan berkata, ‘Maaf saya sudah memutuskan untuk tetap memainkan Wojciech.’ Saya pikir kemudian, cukup sudah. Sudah waktunya untuk pindah. Saya ingin bermain di Liga Primer.”

Sunderland Tujuan Selanjutnya

Mannone melanjutkan karier yang cukup gemilang di Sunderland, membantu mereka ke final Piala Liga 2013/14, usai menyelamatkan dua penalti melawan Manchester United di semi-final.

Dia dinobatkan sebagai pemain terbaik Sunderland pada akhir musim, dan juga menerima penghargaan pemain terbaik versi penggemar.

Dia pun mengakui menikmati momen spesial bersama Wenger ketika kembali ke Emirates untuk pertama kalinya sejak pindah.

“Dia mengundang saya ke kantornya setelah pertandingan,” akunya. “Dia datang kepada saya, menjabat tangan saya, dan mengatakan dia sangat senang dengan karier saya. Dia sangat senang bahwa saya menunjukkan kepada semua orang di Liga Primer betapa baiknya saya.

“Itu gestur yang baik, dan itulah alasan kenapa saya menghormatinya.”

Sumber: Goal Indonesia

Follow dan Like sosmed kita dong

Tinggalkan Balasan