Kisah Jatuh Bangunnya Wilfried Bony Sebagai Pemain Sepakbola

Kisah-Jatuh-Bangunnya-Wilfried-Bony-Sebagai-Pemain-Sepakbola-sirajaqq-rajaqq

Yang Viral – Kisah Jatuh Bangunnya Wilfried Bony Sebagai Pemain Sepakbola – Kata pepatah, roda kehidupan itu berputar, kadang di atas kadang di bawah. Dan, hal ini dialami oleh Wilfried Bony.

Alkisah, pada Januari 2015 Bony gabung Manchester City dari Swansea City setelah mencetak gol terbanyak di Liga Primer dalam satu tahun kalender sebelumnya.

Striker Pantai Gading itu berada di atas angin dan kemudian memenangkan Piala Afrika 2015 di Guinea Khatulistiwa, di mana ia juga masuk dalam tim terbaik di turnamen tersebut.

Bergabung City dengan bayaran awal €27 juta, Bony menjadi pesepakbola Afrika termahal. Di usia 26, tampaknya ia sudah berhasil menaklukkan dunia.

Tapi manisnya kehidupan Bony hanya berlangsung singkat. Empat tahun kemudian ia justru masih luntang-lantung mencari klub baru, dan terkini ikut latihan dengan klub League Two Newport County. Hal ini tentu menunjukkan betapa ia terposok terlampau jauh hanya dalam hitunga beberapa tahun.

Kembali melihat ke belakang, karier Bony dimulai di Inggris, saat ia menjalani trial dengan Liverpool pada 2007.

“Saya di sana selama dua pekan pada 2007 ketika Rafa Benitez pelatihnya,” papar Bony lima tahun lalu.

“Mereka ingin melihat saya dan sungguh luar biasa sebagai pemain muda mendapat kesempatan menggunakan fasilitas seperti itu dan melihat stadion seperti itu.”

Tapi, ujung-ujungnya tidak ada tawaran kontrak dan Bony menginjakkan kaki di Republik Ceko bersama Sparta Prague untuk menjadi pesepakbola profesional. Di sana ia tampil memukau dan membuat tim Eredivisie Vitesse kepincut meminangnya pada 2010.


Baca juga: Dampak VAR Dalam Kemenangan Telak Manchester City


Kembalinya Wilfried Bony ke Liga Primer Inggris

Bony mengemas 37 gol di musim 2012-13 dan angka itu cukup untuk membawanya kembali ke Inggris bersama Swansea. Ia ditebus dengan rekor transfer klub senilai £12 juta dan langsung menebus kepercayaan the Swansdengan mencetak dua gol dalam laga perdana di kualifikasi Liga Europa.

wilfried-bony-swansea-city-sirajaqq-rajaqq

Pemain Pantai Gading ini pun menandai debutnya di Liga Primer dengan gol versus Manchester United dan menutup musim dengan 25 gol di semua kompetisi. Puncak karier Bony boleh dibilang terjadi setahun setelahnya, ketika ia menjadi pemain dengan gol terbanyak sepanjang satu tahun kalender 2014 dengan 20 gol dan kemudian pindah ke Manchester City di musim panas 2015.

“Ia sangat sulit dikawal karena ia begitu kuat,” kata bos City ketika itu, Manuel Pellegrini setelah kedatangan Bony di Etihad. “Ia pesepakbola cerdas yang memiliki kemampuan dan kekuatan.

“Rekor golnya luar biasa sejak datang ke Inggris. Ia beradaptasi dengan cepat dan saya pikir ia akan adaptasi dengan cepat di City.”

Tapi Bony gagal memenuhi ekspektasi tinggi yang dibebankan kepadanya, dengan hanya mencetak dua gol dalam 12 penampilan perdana di liga. Harapannya menembus staring line-up secara reguler pun terganggu sakit malaria saat perjalanan ke Afrika.


Baca juga: Philippe Coutinho Menuju Bayern Munich Dengan Status Pinjaman


Awal Kemunduran Wilfried Bony

Tanpa pramusim yang ideal, sang penyerang hanya berkontribusi delapan gol dari 34 penampilan. Kehadiran Pep Guardiola sebagai pelatih anyar the Citizens ikut serta mengakhiri periode Bony di Manchester.

Ia kemudian dipinjamkan ke Stoke, namun gagal tampil meyakinkan dan dibekukan dari skuad Mark Hughes setelah menolak pindah ke Tiongkok.

“Ketika Anda mendengar semuanya baik-baik saja dan Anda tidak main, ini gila,” ucap Bony kepada BBC.

“Ini lebih sulit. Ini sesuatu yang saya ingin tahu — pelatih mengatakan kepada saya, saya latihan dengan sangat baik dan sikap saya sangat bagus. Ini tidak masuk akal. Ini menyakitkan.”

Ia lalu reuni ke Swansea pada Agustus 2017, namun meski mencetak dua gol liga dan mengapteni tim, problem cedera serta penampilan kurang maksimal membuatnya kesulitan sementara Swansea terdegradasi di pengujung musim.

Sempat ikut Swansea di Championship, Bony pindah ke tim Qatar Al-Arabi sebagai pinjaman pada Januari 2019 dan meski hanya tujuh kali tampi ia mencetak lima gol.

Sayang nasib baik tidak lagi berpihak pada Bony, karena setelah kembali ke Wales pada Mei, ia dilepas Swansea dan menuju ke klub League Two Newport untuk latihan.

“Saya katakan mengapa tidak — biarkan saya ke sana. Ini hanya satu jam dari Swansea, jadi saya mulai latihan dengan mereka,” kata Bony kepada BBC Sport Wales.

“Saya menikmatinya. Ini tim muda dangan pemain muda. Saya bicara kepada mereka tentang pengalaman saya. Saya ingin lebih fit dan bagus berada di sekitar pemain ini. Saya tahu levelnya tidak sama tapi tidak masalah. Anda hanya perlu berada di sekitar tim, bergerak dengan tim dan mendapat kebugaran.”

Di usia 30, belum terlalu terlambat buat Bony bangkit lagi.

Sumber: Goal Indonesia

Follow dan Like sosmed kita dong
error

Tinggalkan Balasan