Menyalip Truck Tewas Setelah Adu Jangkrik di Tabanan

Menyalip-Truck-Tewas-Setelah-Adu-Jangkrik-di-Tabanan

Menyalip Truck Tewas Setelah Adu Jangkrik di Tabanan – Para pengguna kendaraan di Indonesia memang sangat padat, kendaraan roda empat maupun roda dua.

Dan padatnya kendaraan saat ini membuat angka kecelakaan yang dialami Indonesia meningkat.

Terutama bagi pengguna kendaraan roda dua, sangat rentan memang.

Karena ingin buru-buru mendahului kendaraan lainnya, nyawapun melayang.

Seharusnya bagi pengguna kendaraan harus lebih memikirkan resiko dan harus lebih menyayangi nyawanya.

Jika nyawa sudah melayang, apa bisa kita mengulang kejadiannya lagi ?

BACA JUGA : Prempov Siapkan Rp 5 Miliar Bagi Korban Banjir Jayapura´╗┐

Untuk tidak mengulang kesalahan yang diperbuat ? menyesali ? sudah tidak bisa dan tidak berguna.

Sama dengan kasus kali ini yang terjadi, saat ingin menyalip truck tewas seketika.

I Made Agus Ari Sedana (19) meninggal dunia ditempat setelah mengalami kecelakaan di Jalur Denpasar-Gilimanuk memasuki wilayah Banjar/Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg , Tabanan, Minggu (24/3/2019).

Menurut informasi yang diperoleh, Agus Ari terlibat kecelakaan dengan sebuah bus berwarna hijau saat hendak mendahului sebuah truk pada Minggu dini hari.

Penyebab meninggalnya karena mengalami pendarahan dibagian kepala.

“Dini hari tadi, dia (korban) mau menyalip truk di TKP tapi dari arah berlawanan juga ada kendaraan bus yang melintas.

Korban sempat terpental,” kata Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Ida Ayu Made Kalpila Sari, Minggu (24/3/2019) malam.

BACA JUGA : ´╗┐Pembunuhan Wanita Berjilbab dalam Mobil di Sulawesi

AKP Kalpika melanjutkan, saat itu korban yang mengendarai sepeda motor melaju di sebelah kanan badan jalan hingga

melewati marka as jalan dan pada saat yang bersamaan dari arah berlawanan muncul kendaraan.

Sehingga, pengendara sepeda motor dikatakan lalai karena kurang waspada serta tidak memperhatikan kendaraan yang melaju dari arah berlawanan.

Disinggung mengenai pengendara sepeda motor berkendara dalam keadaan terpengaruh alkohol, AKP Kalpika masih belum mengatahui pasti.

Sebab masih menunggu hasil visum dari rumah sakit.

“Yang jelas dia terpental dan mengalami pendarahan pada kepala. Untuk hasil visum masih kita tunggu,” tandasnya.

sumber : tribunnews

Follow dan Like sosmed kita dong

Tinggalkan Balasan