Pemeran Video Seks ‘Vina Garut’ Meninggal Dunia

Pemeran-Video-Seks-Vina-Garut-Meninggal-Dunia-sirajaqq-rajaqq-yang-viral

Yang Viral – Pemeran Video Seks ‘Vina Garut’ Meninggal Dunia – Pemeran Video Seks ‘Vina Garut’ Yang Berinisial A atau Rayya (41) meninggal dunia di kediamannya. Ia merupakan bos salon yang menjadi salah satu pemeran video seks gangbang di Garut yang sempat viral beberapa waktu lalu.

“Betul. Tersangka AK alias Rayya meninggal dunia,” ujar Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (07/09/2019).

Maradona mengatakan bahwa Rayya meninggal di rumahnya di kawasan Perumahan Al-Kautsar, Ciroyom, Tarogong Kaler. Raya meninggal pada pagi hari.


Baca juga: Startup Asal Jerman Ini Viral di Indonesia Karena Namanya


“Tersangka meninggal sekitar pukul 3 subuh tadi,” katanya.

Masih belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab kematian Rayya. Tim Inafis Polres Garut diterjunkan ke rumah duka untuk mengidentifikasi penyebab kematian Rayya.

HIV Diduga Menjadi Penyebab Kematiannya

Sebelumnya, polisi sudah menetapkan Rayya yang juga merupakan bos salon itu sebagai tersangka video ‘Vina Garut’. Vina yang merupakan biduan dangdut yang menjadi pemeran wanita video tersebut juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Rayya memiliki riwayat mengidap penyakit HIV (Human Imunodeficiency Virus) yang merupakan salah satu infeksi yang belum bisa disembuhkan. Hal ini pun membuat banyak yang mengaitkan kematian Rayya dengan riwayat infeksi HIV yang diidapnya.


Baca juga: Suporter Indonesia Bikin Rusuh di Laga Indonesia vs Malaysia


Pengacara Rayya Mengungkapkan Rayya Punya Tiga Penyakit Berat

Pengacara Rayya, Soni Sanjaya menyebutkan bahwa sebelum meninggal, kondisi kesehatan Rayya sudah memburuk dan sempat dirawat di RSUD dr. Slamet Garut. Ia menerangkan bahwa Rayya menderita tiga penyakit berat sebelum meninggal.

“Pekan lalu dirawat di rumah sakit. Sempat pulang dulu ke rumah, kemudian Rabu kembali dirawat dan pulang kemarin (Jumat) sore,” ucap Soni kepada wartawan (07/09/2019).

Namun Soni mengaku tidak mengetahui penyebab pasti kematian kliennya itu. Ia hanya tahu bahwa Rayya mengidap tiga penyakit berat, yakni HIV, Hepatitis B, dan Stroke.

“Bicara tidak lancar karena terkena stroke. Yang paling parah itu karena HIV-nya,” kata Soni.

Rayya menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul tiga subuh di kediamannya. Ia direncanakan akan dimakamkan di TPU Desa Sirnajaya.

Sumber: Detik.com

Follow dan Like sosmed kita dong
error

Tinggalkan Balasan