Perempuan Korban Perkosaan Melawan dan Membakar Pelaku

Perempuan-Korban-Perkosaan-Melawan-dan-Membakar-Pelaku

Perempuan Korban Perkosaan Melawan dan Membakar Pelaku – Telah terjadi pemerkosaan kepada seorang janda wanita di India.

Tidak terima diperkosa korbanpun melawan pelaku dan membakarnya.

Seorang perempuan korban perkosaan di India mengambil tindakan keras terhadap pelaku yang telah memperkosanya.

Korban kemudian menuangkan minyak tanah pada tubuh pria tersebut lalu membakarnya.

Kamis (7/3/2019) AFF mewartakan bahwa perempuan tersebut berhasil selamat meski menderita sejumlah luka bakar di wajah dan tangannya.

BACA JUGA :Lima Penumpang Tewas Helikopter Medis Jatuh di Iran

Dilansir dari AFP, janda berusia 35 tahun itu diperkosa pelaku yang berusia 42 tahun di rumahnya yang terletak di Kolkata India saat putrinya tengah keluar rumah.

“Kemudian dia menuangkan minyak tanah ke tubuhnya dan membakarnya,” kata petugas polisi Sajal Kanti Biswas kepada AFP, Kamis (7/3/2019).

Tidak terima diperkosa dan dibakar wajahnya, wanita tersebut menuangkan minyak tanah dan membakar pelaku.

Sementara, pemerkosanya meninggal di rumah sakit akibat luka bakar yang dideritanya.

Perempuan yang dirahasiakan identitasnya itu merupakan seorang janda berusia 35 tahun.

Dia mengatakan kepada polisi, pria berusia 42 tahun itu menyerang dan memerkosanya di rumah perempuan tersebut di Kolkata pada Senin lalu saat putrinya sedang keluar.

BACA JUGA : Caleg NasDem Sesalkan Dikaitkan Penangkapan Andi Arief

“Kemudian dia menuangkan minyak tanah ke tubuhnya dan membakarnya,” ucap polisi setempat Sajal Kanti Biswas.

India memang memiliki catatan buruk terkait kekerasan seksual.

Seperti pemerkosaan geng dan pembunuhan seorang wanita di sebuah bus Delhi pada tahun 2012.

Rata-rata ada lebih dari 100 perkosaan yang dilaporkan terjadi setiap hari pada 2016.

Sistem peradilan juga dianggap lambat dan penanganan polisi kerap mengecewakan para korban.

Pada Desember lalu, seorang perempuan usia 47 tahun memotong penis pria berusia 27 tahun yang menguntitnya.

Korban sering diancam pelaku agar tidak melaporkan insiden tersebut ke pihak berwenang. Dalam beberapa tahun terakhir beberapa insiden korban yang mengambil tindakan drastis untuk “keadilan instan” telah muncul.

sumber : tribunnews

Follow dan Like sosmed kita dong

Tinggalkan Balasan