Rivalitas Liverpool dan Manchester United Sejak Zaman Dulu

Rivalitas Liverpool dan Manchester United Sejak Zaman Dulu

Yang Viral – Rivalitas Liverpool dan Manchester United Sejak Zaman Dulu – Ketika dua raksasa sepakbola Inggris bertemu, dunia seperti terhenti sejenak untuk menyaksikan sebuah pertandingan sarat gengsi.

Manchester United dan Liverpool , dua klub tersukses Inggris, telah mengukirkan nama mereka dalam sejarah dengan rivalitas yang memanaskan papan atas Inggris dalam enam dekade terakhir.

Bagaimana rivalitas kedua klub ini bermula? Fakta apa saja yang melatarbelakangi sengitnya duel ini?

Sejarah Rivalitas

Hanya berjarak sekitar 48 kilometer di sisi barat laut Inggris, Liverpool dan Manchester sudah mengawali rivalitasnya sejak Revolusi Industri. Kedekatan Liverpool dengan laut membuat keadaan ekonomi mereka menanjak, tetapi Manchester menghantam kemakmuran tetangganya dengan membangun kanal perkapalan terbesar pada masa itu.

Pertandingan sepakbola pertama antara dua tim dari dua kota itu terjadi pada tahun 1894. Liverpool mampu unggul 2-0 atas Manchester United, yang saat itu masih bernama Newton Heath.

Namun, rivalitas Derby of England baru terasa ketika kedua klub mendominasi sepakbola Inggris selepas Perang Dunia II.

sir-matt-busby_oiuozdxq34uu1kgiexo50opjt

Awal Masa Terbentuknya Rivalitas

Periode 1950-an, Manchester United di tangan Matt Busby memenangkan liga dua kali berturut-turut, menampilkan deretan pemain lokal dengan rata-rata usia 20 tahun. Salah satu yang terhebat adalah Sir Bobby Charlton.


Baca juga: Liverpool Sekarang Over Power, Dulu Hanya Punya Satu Senjata


Tim ini seperti ditakdirkan untuk mencapai kesuksesan besar. Namun, bencana udara Munich pada 1958 membuat United kehilangan delapan pemainnya. Busby dan Charlton selamat dari tragedi itu dan mereka berhasil membangun ulang tim yang hancur untuk menjadi raja Eropa satu dekade kemudian.

Liverpool kemudian muncul sebagai pesaing terkuat United. Keduanya bergantian juara di periode 1960-an dan rivalitas keduanya kian kuat. Salah satu buktinya adalah transfer Phil Chisnall pada 1964 menjadi satu-satunya aktivitas transfer yang melibatkan kedua klub secara langsung pada periode itu.

Man United yang sudah juara tujuh kali, mampu dikejar oleh Liverpool yang juara enam kali, menunjukkan betapa sengitnya persaingan saat itu. Namun, nasib berpihak pada klub Merseyside tak lama kemudian.

Busby memang berhasil mencapai kemustahilan dengan membawa Setan Merah merengkuh gelar Eropa pada 1968, tetapi klub itu harus menunggu 26 tahun sebelum berhasil menggendong trofi domestik lagi.

bill-shankly-1971_1is8cnnauywef15x7f8fkmn4vj

Liverpool Membalikkan Keadaan

Liverpool menjadi raja di Inggris dan Eropa pada periode 1968 – 1990, memenangkan 11 gelar liga dan empat trofi Eropa, yang terbanyak dari tim mana pun pada periode itu.

Manajer ikonik, Bill Shankly dan Bob Paisley, membangun fondasi yang berujung pada hujan trofi pada 1980-an, sementara suksesornya Kenny Dalglish melanjutkan tradisi itu, terlepas dari dua bencana di stadion mereka (Tragedi Heysel dan Hillsborough).


Baca juga: Hanya Perang Dunia III Yang Bisa Membatalkan Liverpool Juara Liga Inggris


Kedatangan Sir Alex Ferguson pada 1986 menjadi penanda akhir dominasi Liverpool di Inggris dan Eropa. Manajer asal Skotlandia itu datang ke Old Trafford dalam paceklik trofi terparah sepanjang sejarah United dan di tengah masa jaya Liverpool.

sir-alex-ferguson-manchester-united_1y28vkpldvopg13x088jeqkoft

Sir Alex Ferguson Merubah Kedudukan

Ferguson membangun United dari bawah dan mulai 1990 berhasil memutar balik roda nasib kedua klub. Liverpool belum pernah memenangkan trofi liga sejak saat itu, sementara United meraih 13 trofi Liga Primer Inggris dan dua trofi Liga Champions.

Sir Alex terbukti menjadi jadi salah satu manajer terhebat sepanjang masa United yang sempat melahirkan bintang sekelas Eric Cantona, Ryan Giggs, David Beckham, hingga Cristiano Ronaldo.

Namun, jika melihat perkembangan beberapa tahun terakhir, lagi-lagi kedua klub bertukar nasib. United masih kepayahan untuk mengatasi dampak kepergian Sir Alex. Pergantian manajer dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, dan kini Ole Gunnar Solskjaer masih belum memuaskan ekspektasi publik Old Trafford.

Adapun Liverpool sedang dalam periode emas di tangan Jurgen Klopp. Musim lalu, Liverpool memang gagal mengakhiri paceklik gelar liga, tapi sukses merengkuh gelar Liga Champions keenamnya.

Di musim ini, The Reds arahan Klopp tampaknya tidak terhentikan dengan berlari sendirian di puncak klasemen Liga Primer Inggris.

Rivalitas di Inggris memang semakin panas dengan kehadiran Chelsea, Manchester City, dan Arsenal, namun derby of England akan tetap menjadi laga terpanas untuk saat ini.

Sumber: Goal Indonesia

Follow dan Like sosmed kita dong
error

Tinggalkan Balasan