Satu Milimeter Saja Menjadi Penentu Juara

penentu-juara-liverpool-manchester-city-gfx-premier-league-27022019-sirajaqq-rajaqq

Yang ViralSatu Milimeter Saja Menjadi Penentu Juara – Hanya tinggal dua pertandingan tersisa lagi di Liga Primer Inggris musim ini. Manchester City dan Liverpool masih bersaing ketat di papan atas Liga Primer Inggris. Tanda-tanda kedua tim tersebut akan menginjam pedal rem jelang garis finis pada 12 Mei mendatang pun tidak tampak. Maklum saja, hanya satu poin saja yang memisahkan The Citizens dan The Reds dengan selisih gol yang tidak terlalu jauh pula.

Biasanya, jika terjadi persaingan sengit semacam itu, banyak pemain maupun pelatih yang selalu mengatakan: small details will make the difference. ‘Detil kecil akan membuat perbedaan,’ kata-kata ini sangat benar adanya.

Detail kecil itu ternyata sungguh-sungguh terjadi secara harfiah dalam perebutan juara Liga Primer Inggris 2018/19. Kita sedang membicarakan GLT (goal-line technology) atau teknologi garis gawang.

Baca juga: Chelsea Ukir Rekor Baru di Europa League

Semua tahu kalau sebuah gol baru bisa disahkan apabila seluruh bagian bola melewati garis gawang. GLT memastikan aturan itu ditegakkan tanpa kompromi, tanpa ada kesalahan manusia. GLT pun sangat diperlukan untuk menjadi penentu juara.

gfxid-goal-line-man-city-liverpool-epl-201819-sirajaqq-rajaqq

GLT Menjadi Penentu Juara Liga Primer Inggris

Musim ini GLT beberapa kali punya peran besar untuk menentukan kemenangan sebuah tim yang pada akhirnya berdampak pada persaingan di klasemen. Kali ini City yang diuntungkan, Liverpool mendapat kesialan. Bukan hanya sekali, tetapi dua kali.

Paling baru terjadi saat City membobol gawang Burnley pada Minggu (28/04) lalu. Sepanjang laga tersebut, City dibuat frustasi oleh pertahanan rapat tuan rumah Burnley. Namun sebuah tendangan dari Sergio Aguero di pertengahan babak kedua menjadi pembeda.

Bola tembakan Aguero tampak berhasil dihalau bek Burnley Matthew Lowton, tapi GLT telah mendeteksi terjadinya gol karena boia sudah berada 29,5 milimeter di dalam garis gawang. Itulah gol tunggal di Turf Moor. City membawa pulang tiga poin dan kembali memuncaki tabel.

Baca juga: Suarez Ajari Liverpool Cara Jadi Tim Juara

Sebelumnya, pada Januari lalu, momen dramatis GLT juga tersaji dalam duel City versus Liverpool. Di awal laga, Liverpool seperti sukses membuka skor ketika upaya sapuan John Stones membentur kiper Ederson. Bola pun bergulir ke arah gawang, tapi Stones bereaksi cepat dengan menghalau bola secara heroik.

Sempat ada klaim gol, tapi GLT tidak mendeteksinya karena bola masih 11,2 milimeter lagi melewati garis gawang. Liverpool akhirnya kalah 2-1 di laga itu. Alur laga tentu akan sangat berbeda andai Stones terlambat sepersekian detik. Liverpool mungkin bisa menang atau paling tidak seri.

Andai pekan lalu City imbang melawan Burnley dan Januari lalu Liverpool menang di Etihad, Jurgen Klopp dan pasukannya mungkin sudah merayakan pesta juara. Namun, kenyataannya tidak demikian.

Rasanya akan sangat menyakitkan bagi Liverpool apabila penantian juara selama nyaris 30 tahun harus batal karena ihwal milimeter ini.

Sumber: Goal Indonesia

Follow dan Like sosmed kita dong

Tinggalkan Balasan