Sebuah Misi Penebusan Mohamed Salah

Sebuah-Misi-Penebusan-Mohamed-Salah-sirajaqq-rajaqq

Yang ViralSebuah Misi Penebusan Mohamed Salah – Siapa yang mengira bahwa salah satu momen menentukan di final Liga Champions musim lalu berasal dari seorang pria yang terkenal karena menaburkan garam ke steak?

Dia adalah Nusret Gokce. Anda mungkin belum pernah mendengar namanya, tapi Anda pasti sudah menonton video aneh yang membuatnya jadi sensasi di internet.

Anda tentu bertanya-tanya bagaimana pria yang kemudian dipanggil ‘Salt Bae’ itu bisa mencapai tingkat popularitas yang sangat tinggi. Pria itu hanya memasak daging, hanya membumbui daging, dan kemudian secara cepat menjadi bintang.

Dunia mungkin sudah gila.

Namun, setahun yang lalu, Gokce berhasil memanfaatkan ketenarannya. Dia berada di Kiev untuk berpose bersama Gareth Bale, Cristiano Ronaldo, dan Sergio Ramos. Chef asal Turki itu melakukannya dengan kacamata hitam, senyuman lebar, gaya menabur garam, dan Si Kuping Besar.

Di saat yang hampir bersamaan, dia juga menghampiri Mohamed Salah untuk mengajak swafoto, tentu untuk konten di media sosialnya. Namun, yang paling menarik perhatian adalah ekspresi Salah yang sangat terpukul kala itu.

Air mata Salah nyaris kering. Lengan kirinya berada dalam gendongan, rasa sakit – baik fisik maupun mental – terukir jelas di wajahnya. Dia tampak bingung, dan sangat hancur.


Baca juga: Perjalanan Liverpool dan Tottenham Menuju Final UCL 2018/19


Semuanya tidak seharusnya berakhir seperti itu. Malam itu seharusnya menjadi panggung bagi Salah, di mana statusnya sebagai salah satu pemain terbaik di dunia akan dikonfirmasi. Musim pertamanya di Liverpool akan ditutup dengan cara yang indah.

real-madrid-mohamed-salah-liverpool-champions-league-2018-sirajaqq-rajaqq

Namun, malam besarnya hanya berlangsung setengah jam, mimpinya dihancurkan oleh Sergio Ramos dengan cara yang brutal. Tidak ada kemenangan, hanya bahu yang cedera, swafoto yang tidak diinginkan, dan sekoper penuh penyesalan.

Kesempatan Telah Tiba

Setahun kemudian, kesempatan baginya untuk melakukan penebusan telah tiba. Tidak akan ada yang lebih termotivasi daripada bintang Mesir itu, ketika Liverpool berusaha mendapatkan trofi Liga Champions keenam mereka dengan mengalahkan Tottenham Hotspur di Wanda Metropolitano, Sabtu (1/6) malam.

“Saya tahu dia [Salah] sudah tidak sabar untuk bermain lagi,” kata Jordan Henderson. “Tentu saja, itu akan jadi motivasi besar baginya untuk bermain, dan menunjukkan apa yang bisa dia lakukan di final Liga Champions.”

Musim pertama Salah di Merseyside merupakan musim yang luar biasa. Dia menciptakan 44 gol, beberapa di antaranya dicetak dengan luar biasa, dan segunung penghargaan individu. Itu mengubahnya dari talenta yang menjanjikan menjadi seorang pemain bintang. Itu memberinya pengakuan dari dunia.

Pertandingan di Kiev, bagaimanapun tetap memberi kenangan buruk. Salah mungkin pulih lebih cepat dari jadwal demi tampil bagi Mesir di Piala Dunia, tetapi butuh waktu berbulan-bulan sampai akhirnya dia bisa kembali ke performa terbaik lagi.

Penuh Perjuangan

Pada Desember lalu, Jurgen Klopp sempat mengungkapkan sejauh mana perjuangan Salah. “Jika Anda bekerja di kantor dan bahu Anda tidak fit 100 persen, maka Anda akan baik-baik saja,” ujar manajer asal Jerman tersebut. “Tetapi jika Anda adalah pemain sepakbola, [cedera] itu akan membuang sepuluh atau 15 persen kemampuan.”

Salah akhirnya mengungkapkan rasa sakit yang dideritanya, pasca-Kiev, dalam sebuah wawancara dengan Bleacher Report baru-baru ini.

“Waktu itu, secara mental, sangat, sangat buruk,” akunya. “Ketika saya diganti, saya pergi ke ruang ganti dan hanya menangis karena saya merasa Liga Champions dan Piala Dunia sudah berakhir. Sangat sulit bagi saya pada waktu itu.”


Baca juga: Teori Coutinho Yang Dilakukan Oleh Liverpool


Salah pun mengakui bahwa peningkatan ekspektasi, konsekuensi dari torehan luar biasa selama 2017/18, telah memberinya tantangan baru kali ini. Dia memainkan peran baru dalam sejumlah pertandingan, beroperasi sebagai pemain nomor sembilan dalam sistem 4-2-3-1 sebelum Natal, tetapi keraguan tentang performanya tetap muncul.

“Pada dasarnya,” tambahnya.”Jika Anda mencetak sekitar 40 gol musim lalu, sekarang mereka ingin Anda mencetak 60, musim depan mereka ingin Anda mencetak 90!

“Tidak seperti itu cara kerjanya. Jika saya mencetak 30 gol dan tim saya berada di posisi ketiga atau keempat, apakah Anda akan bahagai? Tidak.”

Pernyataan tersebut merupakan bukti ketangguhannya, dan keyakinan terhadap kemampuannya sendiri, bahwa dia telah mampu mengatasi masalah-masalah seperti itu.

mohamed-salah-sirajaqq-rajaqq

Siap Untuk Misi Penebusan Kesalahan Salah

Buas, berdedikasi dan tulus hati, memiliki standar yang tinggi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri, itu semua telah menjadi modal kesuksesan pria 26 tahun itu sejak pertama kali menjejakkan kaki di Anfield.

Dalam 103 pertandingan bersama Liverpool, dia mencetak 70 gol. Dia memiliki dua sepatu emas Liga Primer Inggris, dan masing-masing satu penghargaan PFA Player of the Year dan Footballer of the Year. Dia sudah meraih Pemain Terbaik Afrika selama dua tahun terakhir, dan November lalu berada di urutan ketiga dalam Goal 50. Tendangan memukaunya ke gawang Chelsea pada April lalu baru saja dinobatkan sebagai gol terbaik Liverpool musim ini.

Mengesankan, tetapi tidak ada yang sebanding dengan kejayaan yang menantinya di Madrid akhir pekan ini. Setahun sudah berjalan, Salah sudah siap untuk memperbaiki kekeliruan yang terjadi di Kiev. Misi penebusan Salah siap untuk dilakukan kali ini.

Spurs, Anda sudah diperingatkan.

Sumber: Goal Indonesia

Follow dan Like sosmed kita dong
error

Tinggalkan Balasan