Ole Gunnar Solskjaer Lebih Memprioritaskan Pemain Inggris

Ole-Gunnar-Solskjaer-Lebih-Memprioritaskan-Pemain-Inggris-sirajaqq-rajaqq

Yang Viral – Ole Gunnar Solskjaer Lebih Memprioritaskan Pemain Inggris – Manchester United tidak mampu meraih gelar liga lagi sejak tahun 2013 setelah Sir Alex Ferguson pensiun. Jangankan meraih gelar liga, untuk menjadi penantang gelar saja mereka tidak sanggup. Mereka lantas dianggap sebagai raksasa yang sedang jatuh. Manchester United pun kini sudah melekat sebagai klub yang sering gagal ketimbang keberhasilan mereka di masa lalu.

Namun pada kenyataannya, United tetap menjadi kekuatan terbesar di dunia sepakbola. Tiga belas gelar liga dalam jangka waktu 25 tahun jelas tidak bisa dilupakan dalam sekejap. Bagi Ole Gunnar Solskjaer, prospek untuk membangun ulang skuat yang bisa menjadi pemenang adalah hal yang menarik sekaligus sulit.

Memerlukan Waktu Yang Lama

Ia pernah menekankan bahwa pembangunan ulang skuad yang ia lakukan akan memerlukan banyak waktu. Hal itu ia tegaskan setelah timnya gugur dari Liga Champions melawan Barcelona pada April kemarin. “Kami tahu ada banyak hal yang harus dikerjakan. Saya selalu mengatakan bahwa ini tidak bisa diubah dalam semalam. Beberapa tahun ke depan akan masif buat kami untuk mencapai level yang sama dengan Barcelona.”

“Kami perlu menciptakan lingkungan yang memiliki sikap kelas dunia setiap harinya. Kami punya banyak pemain yang melakukan itu dan telah melakukan yang terbaik untuk mencapai babak quarter final.”

manchester-united-carrington-ole-gunnar-solskjaer-sirajaqq-rajaqq

Solsksjaer tentunya sudah memulai pembangunan ulangnya dengan menargetkan pemain Inggris yang masih muda, lapar, dan punya sikap positif.


Baca juga: Philippe Coutinho ke Arsenal Jauh Dari Kenyataan


Ketiga Pemain Inggris Baru Dianggap Mengerti DNA United

Daniel James dari Swansea City dan Aaron Wan-Bissaka dari Crystal Palace jelas akan menghadirkan energi yang lebih besar. Sementara Harry Maguire akan menambah kesiapan untuk bersaing di Liga Primer Inggris dan itu hanya dimiliki oleh pemain yang pernah merasakan lingkungan itu sebelumnya.

Ketiganya pun paham bahwa Manchester United adalah raksasa di sepakbola Inggris. Pesepakbola sering kali merasa mereka mengerti betul soal nama dan budaya serta segala hal yang berkaitan dengan klub tersebut. Akan tetapi pada kenyataannya sebagian besar baru benar-benar mengerti ketika sudah menjadi bagian dari klub tersebut.

Dalam diri James, Wan-Bissaka dan Maguire, Ole telah mengidentifikasi pemain yang bisa langsung memahami arti untuk menjadi yang terbaik di Manchester United. Ketiganya tumbuh besar dengan melihat dominasi Setan Merah di sepakbola Inggris. Ketiganya pernah melihat periode sukses Sir Alex Ferguson yang seolah tiada henti. Ketiganya pun merasakan rindu untuk menjadi bagian dari hal itu.

Itu adalah rasa lapar yang ingin ditambahkan Ole. Itu adalah salah satu alasan mengapa ia begitu getol memasuki pasar Britania pada musim panas pertamanya sebagai bos United.

Ketika ia masih menjadi pemain di bawah arahan Ferguson, Ole merupakan bagian dari pemain asing kunci yang ditanamkan. Selain itu ada sosok lain mulai dari Jaap Stam dan Ruud van Nistelrooy hingga ke Cristiano Ronaldo, Patrice Evra dan Nemanja Vidic. Di sana selalu ada keinginan untuk menghadirkan hal tambahan dari luar negeri.

Tapi yang tidak pernah hilang dari United pada saat itu adalah keinginan mereka untuk mengidentifikasi ikon Liga Primer yang secara instan langsung mengerti klub, dan memahami tanpa harus dijelaskan soal kebutuhan Manchester United yang merupakan puncak rantai makanan di sepakbola Inggris.


Baca juga: Bagaimana Skema Pertahanan The Red Devils Bersama Harry Maguire?


Para Legenda United Kebanyakan Pemain Inggris

Pemain-pemain seperti Teddy Sheringham, Dwight Yorke, Rio Ferdinand, Wayne Rooney dan Edwin van der Sar semuanya didatangkan United ketika Ole masih menjadi pemain, dan masing-masing dari mereka dipandang sebagai legenda. Bukan hanya karena pencapaian mereka di lapangan, namun mereka tidak perlu diceramahi soal arti mengenakan jersey kebesaran United.

Itu bukan berarti pemain seperti Paul Pogba, David de Gea dan Victor Lindelof tidak bisa menjadi bagian dari kesuksesan United, mereka hanya belum memiliki kesempatan itu. Ada hati orang Britania yang selalu jelas soal Manchester United ketika mereka menang, tapi itu tidak benar-benar terjadi lagi.

Sementara itu di United sekarang ada pemain lokal seperti Jesse Lingard dan Marcus Rashford, dan mereka masuk dalam rencana Ole di masa depan. Namun untuk urusan pemain Inggris yang sangat siap untuk mengeluarkan yang terbaik adalah Luke Shaw, yang di tahun lalu tampil mengesankan. Selain itu, ada Ashley Young merupakan pemimpin di ruang ganti tapi kualitasnya sedikit berkurang karena semakin berumur.

Pembelian Besar Belum Tentu Berhasil

Beberapa orang mengklaim United perlu menjauh dari apa yang biasa mereka lakukan di zaman dahulu untuk bisa menjadi yang terbaik sekali lagi, tetapi mungkin mereka terlalu cepat untuk mengikuti cara Ferguson. Pemain seperti Angel di Maria, Memphis Depay, Bastian Schweinsteiger dan Zlatan Ibrahimovic adalah nama besar yang pernah didatangkan, tapi itu lebih seperti proyek jangka pendek ketimbang membangun dari akar untuk masa depan.

Itu juga menjadi alasan mengapa United perlu menjauh dari negosiasi mendatangkan penyerang Juventus Paulo Dybala ke klub. Dybala tidak pernah ingin merapat ke Old Trafford dan agennya menuntut gaji besar. Terlepas talenta yang dimiliki bintang Argentina itu, Ole hanya menginginkan pemain yang menginvestasikan kualitasnya ke klub – seperti halnya Maguire, James dan Wan-Bissaka.

Ole sekarang sedang membangun ulang United. Meski mereka belum meraih apa-apa, adalah hal yang tidak bijaksana untuk melupakan apa yang membuat mereka hebat di masa lalu, dan Ole tidak lupa akan itu.

Sumber: Goal Indonesia

Follow dan Like sosmed kita dong

Tinggalkan Balasan