5 Startup Unik Milik Indonesia Yang Tak Terduga

5-startup-unik-milik-indonesia-mulai-sepeda-listrik-hingga-warung-sirajaqq-rajaqq-yang-viral

Yang Viral5 Startup Unik Milik Indonesia Yang Tak Terduga – Era digitalisasi di dunia terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Salah satu dampak dari digitalisasi ini adalah munculnya startup-startup di berbagai dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Bahkan, pemerintah pun memberikan dukungannya untuk pelaku industri yang ingin menciptakan startup. Dengan demikian, startup yang baru dirintis memiliki kesempatan yang sama untuk maju.

Selama ini, masyarakat hanya mengenal beberapa startup anak bangsa, seperti Tokopedia, RuangGuru dan Gojek. Namun, masih banyak startup di Indonesia yang belum diketahui banyak orang dan memiliki keunikannya masing-masing.

1. Astro Bike

Wakil CEO PT Astro Teknologi Internasional Syahrul Awaludin S mengungkapkan, Astro Bike merupakan perangkat portabel yang dapat menyulap sepeda biasa menjadi sepeda listrik. Perangkat ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 5 juta.

“Tujuannya untuk mengembalikan budaya bersepeda,” kata dia.

Desain Astro Bike dipasang tanpa merusak tampilan asli sepeda dengan menggunakan teknologi bluetooth connection, multi- function app, auto protection, dan auto shut-down. Untuk penggeraknya menggunakan HI-Speed BLDC Planetary Gear Hub 3350W, sedangkan untuk sumber tenaga menggunakan baterai Lithium-Ion/48V 6700mAh dengan pengendali Kontroller BLDC/ V 1.3.

dengan menggunakan perangkat Astro Bike, sepeda dapat dikemudikan dengan 3 mode. Pertama adalah sport dengan mode yaitu dengan cara digowes seperti biasa. Kedua hybrid, yaitu kekuatan gowes menjadi lebih kuat dan ringan karena dibantu oleh gerakan dinamo. Ketiga, menggunakan gas seperti sepeda motor sehingga sepeda dapat berjalan tanpa harus digowes. Astro Bike mendukung kecepatan maksimal hingga 40 km/jam dengan kekuatan baterai bertahan selama 1 jam.

Baca juga: Samsung Resmi Hadirkan Galaxy Tab S5e Ke Indonesia

Uniknya lagi, perangkat tersebut dapat dikontrol dan dikendalikan melalui aplikasi yang terpasang di telepon pintar pengguna sepeda. Usaha yang didirikan 5 orang mahasiswa di Yogyakarta sejak tahun 2015 tersebut kini tengah mencari suntikan dana dari investor.

2. Aruna

Farid Naufal Alam merupakan salah satu CEO e-commerce aruna.id, sebuah platform yang fokus untuk membantu membangun ekonomi dengan membuat perdagangan ikan menjadi lebih adil dan transparan melalui inovasi teknologi.

Upaya Farid dengan timnya merupakan langkah inspiratif. Mengubah kebiasaan pola jual-beli hasil laut dengan produk Integrated Fisheries Commerce. “Kami tim aruna.id berupaya melayani para nelayan dan konsumen secara langsung lewat inovasi teknologi,” jelas Farid.

Menurut situs resmi aruna.id, Integrated Fisheries Commerce merupakan efisiensi mata rantai perdagangan perikanan yang ada sehingga bisa memberikan benefit maksimal bagi mitra nelayan dan pembeli.

Sebagai pimpinan di Aruna, Farid menuturkan bahwa, dengan mengajak nelayan sebagai mitra bisnis, tim Aruna berupaya meningkatkan kesejahteraan hidup nelayan lewat teknologi dan pembinaan.

“Fakta yang memprihatinkan selama 10 tahun terakhir jumlah nelayan di Indonesia menurun 50 persen, dan masih banyak nelayan yang berada dalam jurang kemiskinan,” ungkapnya.

3. Babylogist

Babyologist tidak hanya wadah bagi produk bayi dan parenting, tetapi dapat menjadi tempat bagi orang tua muda untuk mengabadikan momen spesial mereka selama masa kehamilan. Misalnya, persiapan ketika hamil, momen ketika bayi lahir, hingga momen lucu saat membesarkan si kecil yang tentunya aman.

Baca juga: Qualcomm Resmi Rilis Chipset SD 730, 730G dan 665

Babyologist menjamin platform mereka aman, karena berisi komunitas ibu yang punya pengalaman yang serupa. Selain itu, posting momen spesial jadi tidak tercampur dengan foto-foto lain di media sosial yang beraneka ragam.

4. Cakap

Startup Cakap merupakan nama lain dari aplikasi belajar online bahasa asing secara dua arah (two-way interaction) squline yang telah berdiri di Indonesia sejak 2014. Squline menyediakan kursus bahasa Jepang, Mandarin, Inggris, dan Bahasa Indonesia secara daring (online).

Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengakses pelajaran bahasa asing tanpa terikat waktu dan tempat didukung oleh pengajar profesional. Lima tahun terakhir Squline mengalami pertumbuhan yang luar biasa dan menjadi platform pembelajaran bahasa terbesar di Indonesia dengan 100.000 lebih pengguna.

“Cakap, berarti kompeten atau terampil dalam Bahasa Indonesia, sejalan dengan visi kami selama ini untuk meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) dengan cara memberikan pendidikan berkualitas tinggi yang mudah diakses, dapat diterima dan terjangkau untuk masyarakat Indonesia,” kata founder sekaligus CEO Cakap, Tomy Yunus.

5. Warung Pintar

startup-indonesia

Sejak dulu, warung telah menjadi sebuah bentuk usaha skala kecil yang tidak lepas dari kehidupan masyarakat Indonesia. Di warung, masyarakat banyak melakukan aktivitas sosialnya; seperti berbagi cerita, inspirasi, atau sekadar bertukar keluh kesah.

Indonesia memiliki 2.734.400 warung yang belum didukung dengan konsistensi produk, sistem penyimpanan, pertumbuhan bisnis dan keseimbangan pendapatan. Padahal, bila didukung dengan kualitas pelayanan terbaik dan teknologi yang mumpuni, sebuah warung bisa berkembang sangat pesat.

Warung Pintar melihat adanya kesempatan untuk mengembangkan konsep warung. Gagasan Warung Pintar dimulai dari komitmen untuk menciptakan revolusi ekonomi masyarakat menengah ke bawah melalui pendekatan teknologi. Warung Pintar melihat adanya jalan untuk membantu mereka yang ingin memperbaiki kondisi ekonomi dengan memulai bisnis skala kecil.

Warung Pintar mengembangkan kesempatan berbisnis yang lebih baik, lebih pintar dan berkelanjutan untuk populasi masyarakat menengah ke bawah dengan membuat wadah yang didukung oleh Internet of Things (IoT) serta analisis data.

Sumber: Merdeka.com

Follow dan Like sosmed kita dong

Tinggalkan Balasan