Lewat Tol Trans Jawa Serba Salah Karena Tarif Mahal

Lewat-Tol-Trans-Jawa-Serba-Salah-Karena-Tarif-Mahal-yang-viral-sirajaqq

Yang Viral – Saat ini para supir truk dikabarkan tidak mau melewati Tol Trans Jawa karena tarif tol yang terlalu mahal. Supir truk yang kebanyakan menggunakan sistem borongan, ternyata tidak diberikan alokasi khusus tol dari perusahaaan logistiknya. Oleh karena itu, jika mereka melewati Tol Trans Jawa, maka mereka tidak bisa mengantongi uang lebih.

Hal ini pun diakui oleh perusahaan logistik. Mereka beralasan bahwa perusahaan pengguna jasa logistik juga enggan memberikan biaya lebih untuk tarif tol.

“Pengiriman itu borongan si pengguna atau pabrik, dia nggak mau tahu. Misalnya ke Surabaya berapa hari, biayanya segini, ya sudah teken. Terus perusahaan logistik juga borongan lagi ke supirnya. Si sopirnya dia bisa¬†managesendiri, kalau nggak lewat tol dia bisa dapat lebih,” kata Sekjen Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) M. Akbar Djohan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (11/2/2018).

Baca juga: Harga BBM Turun Jelang Pilpres, Kenapa?

Situasi Tol Trans Jawa Yang Kompleks

Menurut Akbar, kondisi saat ini sebenarnya cukup kompleks. Perusahaan pengguna jasa logistik juga enggan memberikan tarif lebih dikarenakan pasaran yang masih melesu.

“Jadi bisa kalau ekonomi bagus, daya beli bagus. Kalau sekarang, masih bagus mereka masih bisa produksi, kalau naikin bisa tutup dia. UMP naik, listrik naik. Jadi ini kompleks saling berkaitan multi stakeholder,” tambahnya.

Akbar mengakui, memang jalur tol akan lebih menghemat waktu pengiriman. Namun perusahaan logistik juga tak bisa memaksakan kehendak ke para supir lantaran tak bisa memberikan ongkos lebih.

Baca juga: Pembebasan Ahok Disoroti Media Internasional

“Tol memang harusnya untuk menekan biaya logistik, tapi ini kompleks. Kalau daya beli bagus, usaha oke. Dia bilang mau naikin juga oke,” tuturnya.

Menurut Akbar seharusnya tarif Tol Trans Jawa ditetapkan secara bertahap. Selain untuk melakukan penyesuaian, juga bisa membangun kebiasaan bagi para supir.

“Jadi jangan dari awal mahal, bangun dulu kebiasaannya supir. Kalau total tarif Rp 1,3 juta mungkin misalnya awalnya Rp 800 ribu. Supir ngerasain dulu oh enak lewat tol, rest area bagus,” tutupnya.

Sumber: Detik.com

Follow dan Like sosmed kita dong

Tinggalkan Balasan